Reviu Jurnal dari Kutipan Artikel "Emas Sebagai Aset Investasi Semua Masa"


Judul Artikel             : Emas Sebagai Aset Investasi Semua Masa

Penulis                        : Marhamah, S.E., M.E.

Sumber                       : Pontianak Post, 9 Juli 2024

1. Ringkasan Artikel

Artikel ini membahas pentingnya cadangan emas dalam menjaga stabilitas mata uang suatu negara. Penulis mengemukakan bahwa pergerakan nilai emas dapat memengaruhi nilai tukar mata uang terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Penurunan permintaan emas dalam suatu negara dapat menyebabkan mata uang negara tersebut menguat terhadap USD, sementara kenaikan permintaan akan menyebabkan sebaliknya. Artikel ini juga menyoroti fenomena fluktuasi harga emas di empat negara Islam (Malaysia, Qatar, Pakistan, dan Indonesia) pada tahun 2014, yang berimplikasi pada stabilitas mata uang negara-negara tersebut.

2. Evaluasi Konten

Kualitas Konten: Artikel ini menyentuh topik yang relevan terkait dengan cadangan emas sebagai aset investasi dan kaitannya dengan stabilitas mata uang. Penulis memberikan wawasan mengenai hubungan antara harga emas dan nilai tukar mata uang, yang dapat membantu pembaca memahami pentingnya cadangan emas dalam perekonomian. Namun, artikel ini terbatas pada penjelasan umum dan tidak membahas lebih dalam mekanisme pasar emas atau analisis data yang mendalam.

Keterbatasan dan Sumber Kesalahan: Penulis menyebutkan fenomena penurunan harga emas di empat negara Islam pada tahun 2014, namun tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai alasan spesifik dari penurunan tersebut atau dampaknya secara lebih terperinci. Tidak ada referensi atau data konkret yang mendukung klaim ini, yang membuat artikel ini kurang kuat dari sisi bukti empiris.

3. Struktur dan Organisasi

Artikel ini memiliki struktur yang sederhana dengan penjelasan yang jelas tentang topik utama. Namun, artikel ini dapat diperbaiki dengan menyertakan lebih banyak data statistik atau studi kasus untuk mendalami fenomena yang dibahas. Tidak ada pembagian yang jelas antara pendahuluan, isi, dan kesimpulan, yang membuat artikel ini terasa lebih seperti opini tanpa analisis mendalam.

4. Kritik dan Saran

Kelebihan: Artikel ini memberikan gambaran umum yang baik mengenai pentingnya emas dalam stabilitas ekonomi dan mata uang suatu negara. Penulis menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menyajikan topik yang relevan dengan isu ekonomi global.

Kekurangan: Artikel ini terlalu umum dan tidak memberikan analisis yang cukup mendalam. Misalnya, penurunan harga emas di tahun 2014 disebutkan, tetapi tanpa data atau penjelasan lebih lanjut mengenai faktor penyebabnya atau dampaknya terhadap ekonomi negara-negara tersebut. Selain itu, analisis yang lebih mendalam tentang bagaimana cadangan emas mempengaruhi kebijakan moneter negara-negara tersebut akan lebih memperkaya artikel ini.

5. Rekomendasi Perbaikan

Untuk meningkatkan kualitas artikel ini, penulis sebaiknya menyertakan data dan sumber yang lebih kuat untuk mendukung klaim yang dibuat, serta memberikan analisis lebih mendalam mengenai hubungan antara cadangan emas, nilai tukar mata uang, dan kebijakan ekonomi. Penyertaan contoh kasus atau perbandingan dengan negara lain yang mengalami fenomena serupa akan membuat artikel ini lebih kredibel dan informatif.

6. Kesimpulan

Artikel ini memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya emas sebagai aset investasi dan hubungannya dengan stabilitas mata uang suatu negara. Namun, artikel ini dapat lebih berkembang dengan adanya analisis yang lebih mendalam dan dukungan data yang lebih kuat.


4-12-2008

       INI HANYA SEBUAH CERITA TIDAK BERMAKSUD DI BAWA KE MASAKINI
Ada sebuah kenangan yang terus menghantui pikiran dan hatiku, kenangan yang tidak pernah benar-benar pergi, meski waktu terus berjalan dan kehidupan membawa kami ke arah yang berbeda. Semakin lama, bayangan tentang dirinya semakin sering muncul di pikiranku, seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan apa yang pernah kami miliki. Dirinya, yang kini jauh di sana, mungkin sudah tidak lagi memikirkan tentang aku seperti aku memikirkan dia. Kini, kami berada di kehidupan yang berbeda, kehidupan yang masing-masing tampak begitu sempurna dari luar. Namun, di dalam hatiku, ada ruang yang tetap terisi oleh memori tentangnya, memori yang begitu sulit untuk aku lupakan.

Malam-malamku sering diisi dengan perenungan, memikirkan kembali masa-masa ketika kami masih bersama. Ada saat-saat di mana aku merasa seolah-olah bisa kembali ke waktu itu, merasakan kembali kehangatan dan kebahagiaan yang pernah ada. Namun, realitas selalu menyadarkanku bahwa semua itu sudah menjadi bagian dari masa lalu, sesuatu yang tidak mungkin aku gapai lagi. Meski begitu, kerinduan ini tetap mengakar kuat di sudut hatiku, seolah-olah ada bagian dari diriku yang tidak ingin melupakan semuanya. Setiap kenangan yang tersimpan di dalam hati ini terasa seperti duri yang menusuk, namun juga seperti obat yang manis, membuatku ingin terus mengingat meski tahu itu menyakitkan.

Yang lebih menyakitkan adalah penyesalan yang sering muncul. Penyesalan atas kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan, atas sikap bodohku yang mungkin telah melukai hatinya. Saat aku memikirkan semua ini, aku bertanya-tanya, apakah dirinya di sana juga merasakan hal yang sama? Ataukah dia sudah benar-benar melupakanku, menyimpan semua kenangan itu jauh di dalam hatinya, atau bahkan menghapus semuanya? Mungkin dia tidak lagi melihat diriku seperti dulu, dan yang tersisa dariku di hatinya hanyalah bayangan yang samar, atau lebih buruk lagi, rasa kebencian. Itu adalah pikiran yang paling menyesakkan, membayangkan bahwa aku mungkin hanya menjadi bagian dari masa lalunya yang tidak ingin dia ingat.

Dulu, ada begitu banyak hal yang kami lalui bersama. Kami pernah tertawa bersama, menikmati kebahagiaan sederhana yang membuat dunia ini terasa begitu indah. Namun, ada juga saat-saat di mana kami menangis bersama, melalui kesedihan dan kekecewaan yang kadang aku sendiri ciptakan. Aku tahu, banyak dari itu semua adalah kesalahanku. Aku sering kali bersikap egois, ceroboh, dan bodoh, namun dia selalu bersabar. Dia adalah wanita yang begitu sabar, wanita yang selalu memaafkan aku meski aku terus saja melakukan kesalahan yang sama.

Kini, ketika aku melihat ke belakang, aku sadar bahwa tidak akan pernah ada wanita lain yang bisa menggantikan posisinya di hatiku. Dia adalah cinta sejati yang pernah aku miliki, dan meski aku tahu kami tidak akan pernah bisa bersama lagi, aku tetap menghormati tempatnya dalam hidupku. Dia adalah bagian dari perjalanan hidupku, bagian yang tidak akan pernah hilang meski aku mencoba melupakannya.

Meski begitu, aku juga sadar bahwa hidup terus berjalan. Kami masing-masing telah memilih jalan yang berbeda, membangun kehidupan kami sendiri yang penuh dengan cerita baru. Namun, di sela-sela kehidupan ini, aku akan selalu menyimpan kenangan tentang dirinya. Bukan untuk meratapi atau berharap, tapi untuk mengingat bahwa aku pernah memiliki seseorang yang begitu luar biasa, seseorang yang pernah membuatku merasa hidup sepenuhnya.

Dan untuk itu, aku hanya bisa berdoa. Berdoa agar dia bahagia, di mana pun dia berada. Berdoa agar semua yang pernah aku lakukan tidak meninggalkan luka yang terlalu dalam di hatinya. Berdoa agar dia menemukan kedamaian, sama seperti aku berusaha menemukan kedamaian di dalam kenangan tentangnya. Karena meskipun kami tidak lagi bersama, dia akan selalu menjadi bagian dari diriku, selamanya.

ASMARA CINTA

Awal Sebuah Kisah Cinta: Dari Rindu yang Tak Terungkap Hingga Komitmen yang Tulus

Pada suatu hari di tanggal 17 Juni 2008, rumah mewah tempat saya tinggal berubah menjadi saksi sebuah cerita yang akan mengisi hati saya untuk waktu yang lama. Seorang gadis yang tidak pernah saya duga sebelumnya datang menghuni rumah ini. Dia adalah keponakan bapak angkat saya, seorang mahasiswi muda yang memutuskan tinggal di sini untuk melanjutkan pendidikannya. Sebut saja namanya RSN. Sosoknya memancarkan pesona yang lembut. Rambut ikalnya yang tergerai, mata sayunya yang menatap penuh ketenangan, suara merdunya yang seolah bisa mengalirkan damai, serta sifat manjanya yang menggemaskan, membuat saya—yang masih berstatus siswa SMA—diam-diam jatuh hati padanya.

Hari-hari berlalu dengan perasaan yang kian hari semakin tumbuh. Saya, yang sebelumnya hanya menjalani rutinitas biasa di rumah ini, kini merasa setiap momen lebih berarti. Ada sesuatu dalam diri RSN yang membuat hati ini terus bergetar. Namun, saya tahu, perasaan seperti ini tidak bisa begitu saja diungkapkan. Saya memendam semuanya, memilih untuk mengamati dan merangkai keberanian dalam hati saya, berharap suatu saat nanti saya dapat berbicara jujur tentang apa yang saya rasakan.

Hingga akhirnya, pada suatu malam di lantai dua rumah ibu angkat saya, kami terlibat dalam sebuah percakapan. Suasana malam yang tenang dan remang-remang menjadi latar ketika saya mulai mencoba mendekatinya dengan kata-kata manis yang telah saya siapkan dalam hati. Saya ingin dia tahu bahwa dia telah mengisi hati saya dengan cara yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Namun, hasilnya tak seperti yang saya harapkan. RSN tak memberikan jawaban pasti. Dia meminta waktu untuk berpikir. Meskipun hati saya sempat diliputi keraguan, saya tahu bahwa hubungan yang tulus membutuhkan kesabaran. Maka, saya memilih menunggu, memberikan ruang untuknya, sambil menunjukkan perhatian dan usaha terbaik yang bisa saya lakukan.

Saat yang Dinanti: Ketika Hati Bertemu dengan Hati

Seminggu setelah malam itu, momen yang saya tunggu akhirnya tiba. Dia menerima cinta saya. Kami memutuskan untuk saling berbagi hidup, meski belum terikat dalam sebuah hubungan resmi. Kebersamaan kami menjadi sesuatu yang baru, sesuatu yang membuat hidup terasa lebih indah. Setiap hari, kami menjalani berbagai aktivitas bersama. Pekerjaan rumah yang dulu terasa berat, kini menjadi lebih ringan karena kami saling membantu. Hari-hari kami dihiasi tawa, semangat, dan bunga-bunga cinta yang tumbuh di tengah kesederhanaan.

Namun, kisah cinta ini bukan tanpa rintangan. Ada banyak perbedaan di antara kami, dan masing-masing perbedaan itu menjadi tantangan yang harus kami hadapi.

Perbedaan yang Memperkuat

Pertama, kami memiliki jarak usia. Saya lahir pada tahun 1990, sementara dia lahir dua tahun lebih awal, di tahun 1988. Meski selisih usia kami cukup jauh, hal itu tidak pernah menjadi penghalang. Kami menjalani hubungan ini dengan pengertian dan cinta yang mendalam, sehingga usia hanya menjadi angka belaka.

Kedua, perbedaan pendidikan. Saat itu, saya masih berstatus siswa kelas XII, sementara dia sudah menjadi mahasiswi semester pertama. Dunia kami terasa berbeda, namun kami berdua percaya bahwa pendidikan bukanlah tolok ukur cinta yang sesungguhnya. Dengan kesepakatan bersama, kami memutuskan untuk saling mendukung dan menerima kondisi masing-masing.

Ketiga, latar belakang keluarga. Saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana, sementara dia berasal dari keluarga yang jauh lebih berada. Perbedaan ini sempat membuat saya merasa tidak percaya diri, tetapi cintanya yang tulus menghapus semua keraguan itu. Kami sepakat bahwa cinta adalah tentang saling mendukung dan bekerja keras, bukan tentang harta atau status sosial.

Tantangan-tantangan tersebut justru menjadi penguat bagi hubungan kami. Dengan keyakinan dan usaha, kami melaluinya bersama. Kami tetap menjaga etika dan batasan dalam hubungan ini, meskipun kami tinggal di rumah yang sama. Hingga saat ini, saya bangga mengatakan bahwa kehormatannya tetap terjaga. Cinta kami adalah cinta yang murni, bukan sekadar nafsu sesaat.

Malam Penuh Makna: Ketulusan yang Membuat Hati Bergetar

Suatu malam, saya sedang menunggu kepulangannya dari kampus. Malam itu dia pulang lebih larut dari biasanya. Karena rasa lelah yang menggelayuti, saya akhirnya tertidur di sofa lantai atas. Dalam lelap, saya merasa seperti berada dalam pelukan seseorang yang hangat. Ketika terbangun, saya mendapati dia memeluk saya dengan erat.

Dengan suara lembut, dia berkata, "Aku sangat mencintaimu, dan aku berjanji apapun yang terjadi, aku akan tetap bersamamu." Kata-katanya menyentuh hati saya sedalam-dalamnya. Dengan penuh emosi, saya hanya mampu menjawab singkat, "Iya."

Dia kemudian menggandeng tangan saya, mengajak saya masuk ke kamarnya. Jantung saya berdegup kencang. Ketika kami masuk, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu memberikan isyarat yang sulit saya mengerti. Dia mengangkat kakinya, meletakkannya di pangkuan saya, dan dengan nada manja berkata, "Tolong gelitik telapak kakiku."

Permintaan itu terdengar sederhana, namun begitu berkesan bagi saya. Hingga saat ini, kebiasaannya itu masih teringat jelas di benak saya, menjadi salah satu momen unik yang membedakan hubungan kami dengan hubungan lainnya.

Perjalanan Cinta yang Penuh Warna

Begitulah awal dari kisah cinta kami. Hari-hari berjalan penuh kebahagiaan, namun seperti hubungan lainnya, kami juga menghadapi masa-masa sulit. Ada pahit yang harus kami rasa, tetapi kami selalu menjadikannya pelajaran untuk memperkuat hubungan ini.

Namun, perjalanan ini tidak selamanya mulus. Ada sesuatu yang kelak akan menguji cinta kami hingga ke titik terendah. Sebuah akhir yang menyakitkan menanti di ujung cerita ini. Namun, untuk saat ini, biarkan kenangan manis ini menjadi bagian dari kisah kami yang tidak akan pernah saya lupakan. Cinta ini, meskipun penuh lika-liku, adalah salah satu hal terindah yang pernah terjadi dalam hidup saya.

Etika Berpolitik

RUDIANSYAH

Etika Politik dan Tantangan dalam Demokrasi Indonesia


Etika politik adalah cabang filsafat moral yang membahas prinsip-prinsip moralitas dalam dimensi kehidupan politik manusia. Etika ini bertujuan untuk memahami bagaimana tindakan politik seharusnya dijalankan agar dapat mendukung kebaikan bersama, bukan hanya kepentingan individu atau kelompok tertentu. Sebagai bagian dari filsafat, etika politik lahir pada masa-masa awal keruntuhan struktur politik tradisional di Yunani, dan hingga kini menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan.

Politik Sebenarnya: Membangun Kesejahteraan Bersama

Pada dasarnya, politik seharusnya berfungsi untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Politik bukan hanya alat untuk meraih kekuasaan atau menguntungkan segelintir orang, tetapi juga untuk menjamin hak-hak dasar masyarakat dan membangun kemakmuran bersama. Dalam sistem demokrasi, para pelaku politik seharusnya bertanggung jawab untuk menjalankan tugasnya dengan menjaga kepentingan publik, bukan hanya untuk memenuhi ambisi pribadi atau kelompok.

Mengapa Pelaku Politik Sering Mengabaikan Aturan yang Ditetapkan oleh UU?

Salah satu tantangan besar dalam dunia politik adalah kecenderungan para pelaku politik untuk mengabaikan aturan dan ketentuan hukum yang telah ditetapkan. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti ambisi pribadi, manipulasi kekuasaan, dan ketidakadilan dalam sistem politik itu sendiri. Ketika kekuasaan lebih dianggap sebagai alat untuk memenuhi kepentingan pribadi atau kelompok, aturan yang ada sering kali dilanggar demi meraih tujuan tersebut. Dalam beberapa kasus, pelaku politik juga bisa merasa kebal hukum, sehingga mereka tidak merasa perlu mengikuti ketentuan yang ada.

Tindakan Politik yang Hanya Menguntungkan Diri Pribadi

Sering kali dalam politik, tindakan para pelaku politik lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kepentingan masyarakat. Korupsi, nepotisme, dan kolusi adalah contoh nyata dari tindakan yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Hal ini terjadi karena adanya kesenjangan antara tujuan politik yang seharusnya mengutamakan kesejahteraan rakyat, dengan kenyataan di lapangan yang lebih menekankan pada pencapaian kekuasaan dan keuntungan pribadi. Sistem yang memungkinkan adanya penyalahgunaan kekuasaan, serta lemahnya pengawasan, turut memperburuk kondisi ini.

Dampak Negatif pada Masyarakat

Ketika politik lebih mementingkan kepentingan pribadi dan golongan tertentu, dampaknya sangat merugikan masyarakat secara keseluruhan. Rakyat merasa bahwa suara mereka tidak didengar, dan mereka mulai merasa apatis terhadap proses politik. Ketidakpercayaan terhadap pelaku politik semakin menguat, yang akhirnya berdampak pada melemahnya demokrasi itu sendiri. Ketika politisi hanya berfokus pada kepentingan kelompok mereka, maka masyarakat yang lebih luas akan dirugikan, dan tujuan negara untuk mencapai kesejahteraan sosial tidak akan tercapai.

Harapan Masyarakat terhadap Pelaku Politik

Masyarakat Indonesia tentu berharap agar setiap pelaku politik lebih mengutamakan kebersamaan dalam memajukan negara. Mereka ingin para pemimpin politik lebih peduli terhadap kepentingan rakyat, bukan hanya untuk kelompoknya sendiri. Peningkatan etika politik sangat diperlukan untuk menciptakan keharmonisan dan perdamaian di tengah-tengah keberagaman Indonesia. Masyarakat ingin agar pelaku politik tidak hanya berfokus pada pencapaian kekuasaan atau keuntungan pribadi, tetapi juga bekerja untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa secara keseluruhan.

Etika Politik dan Kepedulian Sosial

Jika kita berbicara tentang etika dalam politik, maka kita juga harus berbicara tentang sikap dan kepedulian antar sesama. Politikus seharusnya tidak menciptakan perpecahan dengan menyebarkan ketegangan atau memicu konflik. Api-api kecil yang disulut oleh tindakan-tindakan politik yang tidak etis dapat menyebar luas, dan jika dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, hal itu dapat membakar bangsa ini. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku politik untuk menahan diri dan bertindak dengan penuh tanggung jawab, agar tidak menciptakan kondisi yang dapat merugikan negara dan rakyat.

Kesimpulan

Etika politik adalah fondasi yang harus dijaga dalam penyelenggaraan pemerintahan, untuk memastikan bahwa politik dijalankan dengan prinsip moral yang adil dan bertanggung jawab. Pelaku politik harus mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau kelompok, dan senantiasa berupaya untuk menciptakan kedamaian serta kemakmuran bersama. Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mengutamakan kekuasaan, tetapi juga mampu membangun keharmonisan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya


sumber :...... https://politikbicara.blogspot.co.id/2016/11/etika-berpolitik.html